Sabtu, 27 Oktober 2012

Malam 12.25

Suatu waktu,
disaat semua orang mengutarakan segala hal yang bermasalah dibenaknya.
Aku cuma bisa diam, berfikir kalau "Ya, hidupku gak semenderita mereka. Tapi hidupku lebih membosankan dari mereka". Hal yang bisa aku lakuin cuma diem, nunduk dan mengalihkan pandangan dari sudut satu ke sudut yang lain. Enggak pengen nangis. Napas ya biasa.

Cerita soal hidup. Sejak kecil sampai sekarang, segalanya itu ya begini-begini aja.
Begini aja, karena ketenanganku atau nyatanya begini juga susah dibedain. Menurutku Tuhan masih sangat melindungi.
Bahagia, masih belum sempurna. Kekangan sana-sini ada sih, tapi buat tipuan aja. Tipuan, kalau pengekang gak pernah tau perasaan korban kekangan.
Munafik, ya memang hidupku banyak kemunafikan. Anggapan kesedihan yang terlontar bahagia.

Sekarang, masalah utamanya mulai terasa setelah tersadar dari lembaran kertas itu. Sendiri. Ya, sekarang mulai kerasa sepi. Hidup SMA lebih terasa sepinya, meskipun setiap hari puluhan bahkan ratusan orang lewat didepan raga. Tapi datar, huh.
Teman, apa benar mereka ada? Pajangan waktu atau cuma rangka berjalan?
Sudahlah, makasih.

Tidak ada komentar: